SEJARAH
PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI
Kemungkinan penerapan psikologi umum di industri sudah mulai dilihat pada
permulaan abad ke 20 ini. Tahun 1901, Walter Dill Scott berbicara tentang
kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan. Tahun 1903 ia menerbitkan
bukunya The Theory of Advertising, yang dipandang sebagai buku pertama yang
membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja (Schultz, 1982,
halaman. 8) Tahun 1913 terbit buku lain dengan judul The Psychology of
Industrial Efficiency yang ditulis oleh Hugo Muensterberg, seorang psikolog
Jerman yang mengajar di Universitas Harvard. Buku ini membahas secara lebih
luas bidang dari psikologi industri. Meskipun sudah pada permulaan abad ke 20
dikenali kemungkinan penerapan psikologi umum dalam perusahaan, penerapan, dan
perkembangannya yang pesat baru dimulai dalam dekade 1920.
Frederick Winslow Taylor, seorang sarjana teknik,
pelopor gerakan “scientific manajement” mencari cara-cara yang paling efisien
untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik
yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan kita. Pada masa
itu mulailah para sarjana psikologi melakukan eksperimen bersama-sama dengan
para teknik industri menggarap obyek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan
penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja
dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikik dari manusia sebagai tenaga
kerja. Baru pada perang dunia ke dua sewaktu mesin-mesin yang dibuat dan
peralatan kerja (kapal terbang dan senjata) makin menjadi majemuk yang canggih,
para psikolog memainkan peranan yang penting dalam merancang berbagai mesin dan
peralatan. Melalui eksperimen ditemukan hukum-hukum dan prinsip-prinsip umum
yang diterapkan dalam menyusun suatu proses kerja yang efisien, merancang, dan
membuat alat-alat yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikik manusia.
Dengan bekerjasama
dengan para sarjana teknik, para sarjana psikologi memberi keterangan tentang
kapasitas dan keterbatasan manusia dalam menggunakan peralatan canggih seperti
kapal terbang dengan kecepatan tinggi, kapal selam, dan tank, sehingga dengan
demikian mempengaruhi rancangan peralatan tersebut. Para sarjana
psikologi juga membantu para perancang teknik dalam tata letak panel alat,
sehingga kenop (tombol) dan kendali mudah untuk digunakan dan pameran visual
(visual display), seperti speedometer mudah dilihat dan dibaca. Pesawat Telepon
“pijit knop” adalah hasil penelitian yang dilakukan sarjana psikologi
industri yang menemukan bahwa memijit kenop lebih mudah, cepat, dan cermat
dibandingkan dengan memutar nomor/ angka (Schultz, 1982).
Psikologi industri dan organisasi merupakan hasil
perkembangan psikologi umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus. Dewasa
ini prilaku manusia dalam kaitannya dengan kegiatan industri dan organisasi
dipelajari guna pengembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang
berlaku umum dalam lingkup industri dan organisasi. Misalnya teori motivasi
dari Herzberg, teori hygiene-motivator, merupakan teori yang dikembangkan dan
berlaku dalam lingkup industri dan organisasi.
Di samping itu alat-alat untuk mengukur perbedaan atar
manusia juga masih tetap dikembangkan guna meningkatkan kecermatan dalam
melaksanakan pemeriksaan psikologis dengan tujuan seleksi, penempatan,
pengenalan diri, penyuluhan kejuruan dan pengembangan karir. Psikologi umum
untuk industri telah diketahui pada permulaan abad ke-20, namun penerapannya
secara luas baru berlangsung sekitar tahun 1930-an. Psikologi diferensial
dengan psikometrinya lebih cepat diterapkan dan dikembangkan di industri,
khususnya seleksi tenaga kerja.
Pada
tahun 1930-an, psikologi industri dan organisasi mempunyai bidang gerak yang
lebih besar dan luas. Kemudian bidang geraknya mengarah terutama membahas
persoalan-persoalan sumber daya manusia seperti seleksi dan penempatan
karyawan. Sementara itu, pada tahun 1930-an, dengan berbagai hasil penemuan
dari studi Hawthorme yang terkenal, maka psikologi menjadi lebih terlibat dalam
kegiatan-kegiatan yang mengarah pada kualitas lingkungan kerja dan juga
sikap-sikap karyawan.
Selanjutnya,
pada tahun 1960-an ditemukan beberapa karakteristik yang menjadi bagian dari
bagian penggalan-penggalan utama perundang-undangan tentang hak penduduk sipil.
Undang-undang penduduk sipil diarahkan untuk member perhatian terhadap sumber
daya manusia yang profesional dalam mengembangkan berbagai teknik seleksi
yang adil. Setiap hasil seleksi yang diperoleh, semakin diperlukan untuk
menambah keberhasilan bagi para psikologi industri dan organisasi.
Dalam
tahun 1970-an, penelitian diarahkan pada setiap persoalan keputusan dan
motivasi karyawan dan banyak teori tentang perilaku karyawan yang ada dalam
organisasi yang dikembangkannya.
Sampai
perang dunia ke-2 psikologi industri dan organisasi merupakan cabang psikologi
yang menerapkan ilmu psikologi. Psikologi industri sewaktu itu (belum ada
tambahan psikologi organisasi) kegiatan utamanya ialah menerapkan metode, fakta
dan prinsip-prinsip dari psikologi pada manusia sebagai tenaga kerja. Psikologi
industri dan organisasi melaksanakan penelitian ilmiah dalam upaya menjawab
pertanyaan-pertanyaan dasar tentang manusia dalam organisasi (dan juga tentang
organisasi itu sendiri). Ia mengembangkan teori-teori dan menguji kebenarannya.
Disamping itu psikologi industri dan organisasi juga menerapkan apa yang telah
ditemukan (Howell dan Dipboye, 1982).
Pada
tahun 1980-an dan 1990-an telah terjadi dua perubahan utama dalam psikologi
industri dan organisasi yaitu :
1. Bertambahnya
penggunaan analisis teknik dan metode statistik yang canggih secara khusus.
Perubahan ini adalah
jelas jika satu berbanding dengan beberapa artikel jurnal yang telah
dipublikasikan dalam tahun 1960-an dengan artikel yang telah ditulis sejak
tahun 1980-an. Artikel-artikel belakangan ini menggunakan metode penelitian
kuantitatif yang lebih luas dan dalam, yaitu analisis statistik untuk mengukur
perubahan tingkah laku analisis variasi (ANOVA), analisis multivariasi
(MANOVA), dan model kausal, di mana artikel-artikel pada tahun 1960-an
menggunakan statistik yang sederhana seperti, chi quadat, uji t dan analisa
varians (ANOVA) satu arah dua arah, juga analisis hubungan linier dan berganda
serta regresi linier dan berganda, path analysis, program statistik LISREL,
SAM, dan AMOS digunakan dalam penelitian-penelitian di bidang industry dan
organisasi. Selain itu juga menggunakan kasus, dan eksperimental. Kepercayaan
pada statistik ini menjelaskan mengapa mahasiswa kedokteran mengambil paling
tidak lima macam kursus statistik.
2. Perubahan
tersebut memberi perhatian terhadap minat yang baru dalam mengaplikasikan
psikologi kognitif dalam industri.
Contoh,
peneliti tahun 1970-an pada mulanya member deskripsi dan metode-metode tes yang
baru untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Dalam tahun 1980-an awal dan tahun
1990-an, bagaimanapun juga, penelitian-penelitian melakukan
pendekatan terhadap persoalan sama dengan menguji proses berfikir yang
digunakan oleh para manajer ketika mereka mengatur penilaian kinerja karyawan.
Perubahan
utama yang ketika terakhir adalah dalam tahun 1980-an dan 1990-an, bahwa para
psikologi industri dan organisasi lebih agresif mengembangkan metode-metode
untuk menyeleksi karyawan melalui tes psikologi dan tes kepribadian. Dalam
tahun 1960-an dan 1970-an, pengadilan hanya menggunakan data interpretasi dalam
menentukan calon karyawan yang diharapkan sesuai dengan haknya sebagai
penduduk, tanpa menggunakan instrument-instrument penyeleksian yang lebih
tepat. Atas dasar itu para psikolog industri dan organisasi berhati-hati dalam
menyeleksi calon-calon karyawan yang dibutuhkan. Pada waktu pertengahan tahun
1980-an, bagaimanapun juga pengadilan lebih seksama dan bervariasi dalam
menggunakan instrument-instrumen seleksi yang akan dikembangkan dan digunakan,
termasuk tes kemampuan kognitif, tes kepribadian, dan wawancara situasi.
Perubahan-perubahan
lain selama tahun 1980-an dan 1990-an telah berpengaruh signifikan pada
psikologi industri dan organisasi termasuk keleluasaan organisasi mengembangkan
diri secara besar-besaran, member perhatian lebih besar pada
persoalan-persoalan perbedaan dan gender, tenaga kerja yang lanjut usia, dan
menambah perhatiannya terhadap adanya pengaruh stress, produktifitas, dan
prestasi kerja. Walaupun demikian, pada tahun 1995 masih ada juga para
psikologi industri dan organisasi yang menggunakan pendekatan agresif dan tanpa
menggunakan instrument-instrument penilaian yang ilmiah untuk menyeleksi
karyawan, sehingga hal itu dapat membuat calon karyawan mengalami kecemasan dan
dapat merugikan industri dan organisasi dalam menemukan calon-calon karyawan
yang potensial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar